Senin, 18 November 2013

BIOAKTIFITAS ALKALOID



BIOAKTIFITAS ALKALOID
Nikotina adalah senyawa kimia organik kelompok alkaloid yang dihasilkan secara alami pada berbagai macam tumbuhan, terutama suku terung-terungan (Solanaceae) seperti tembakau dan tomat. Nikotina berkadar 0,3 sampai 5,0% dari berat kering tembakau berasal dari hasil biosintesis di akar dan terakumulasi di daun.
Nikotina merupakan racun saraf yang potensial dan digunakan sebagai bahan baku berbagai jenis insektisida. Pada konsentrasi rendah, zat ini dapat menimbulkan kecanduan, khususnya pada rokok. Nikotina memiliki daya karsinogenik terbatas yang menjadi penghambat kemampuan tubuh untuk melawan sel-sel kanker, akan tetapi nikotina tidak menyebabkan perkembangan sel-sel sehat menjadi sel-sel kanker.
Nikotin adalah bahan adiktif kunci dalam rokok tembakau. Karena itu adalah salah satu kecanduan paling sulit untuk menendang, banyak orang sering diajukan pertanyaan tentang nikotin dan bagaimana hal itu mempengaruhi tubuh. Di masa lalu, kecanduan nikotin telah sulit untuk mengobati, tetapi obat pengobatan baru seperti permen karet, patch nikotin nikotin dan obat lain yang dapat diresepkan oleh dokter telah terbukti berhasil dengan kecanduan menantang. Kecanduan nikotin tidak terbatas pada merokok, tetapi juga dapat memperpanjang untuk menggunakan tembakau tembakau atau mengunyah.


PERMSALAHAN
Pada nikotin dampaknya sangat buruk bagi kehidupan, secara garis besar bagian mana yang terlebih dahulu diserang oleh nikotin, dan apa yang nikotin lakukan pada organ tersebut, bagaimana juga kontribusi nikotin dalam tembakau yang menyebabkan kanker ??

2 komentar:

  1. baiklah saya akan menjawab permasalah saudari dede : bagian yang langsung di serang oleh nikotin adalah sel saraf yang ada di dalam otak kita dimana nikotin sangat cepat masuk ke otak kemudian langsung diterima oleh reseptor reseptor asetilkolin-nikotinik yang kemudian terbagi ke jalur imbalan dan jalur adrenergik, pada pada paru – paru, nikotin akan menghambat aktivitas silia, Efek nikotin menyebabkan perangsangan terhadap hormone kathelokamin (adrenalin) yang bersifat memacu jantung dan tekanan darah. Jantung tidak diberikan kesempatan istirahat dan tekanan darah akan semakin tinggi, yang mengakibatkan timbulnya hipertensi. Efek lain adalah merangsang berkelompoknya trombosit.Trombosit akan menggumpal dan akan menyumbat pembuluh darah yang sudah sempit akibat CO,

    smoga bsa membantu :) terimakasih :)

    BalasHapus
  2. Ketika asap rokok dihirup ke dalam paru-paru, nikotin berpindah melalui alveoli ke dalam aliran darah, dan dalam 15 detik, diangkut ke seluruh tubuh dan otak.
    Asap rokok yang dihirup memiliki efek negatif pada tubuh: Karbon monoksida pada asap rokok berpotensi merusak paru-paru dan dinding arteri, sehingga meningkatkan potensi serangan jantung, stroke, dan pembekuan darah.
    Pada waktu rokok diisap, tersedot pula hasil pembakaran yang berupa karbondioksida (CO2), karbonmonoksida (CO), PAH, tar, dinitrogen oksida (N2O), amonia, dan berbagai zat lain.
    Tar dan resin, suatu cairan kental berwarna kuning-cokelat. Tar dan resin juga dapat mengiritasi sistem pernapasan, sehingga menjadi sulit bernapas. Keduanya dapat menumpuk dan mengganggu kerja paru-paru. Sekitar 30 jenis senyawa yang terdapat dalam tar diduga dapat menyebabkan kanker. PAH yang juga menyebabkan penyakit kanker.

    BalasHapus