Jumat, 27 Desember 2013

UAS KIMBALAM

DEDE NOVA
A1C111O22

SOAL


1. Temukan dua senyawa alkaloid yang berisomer satu sama lain. Tuliskan struktur lengkap dan sumber darimana kedua senyawa tersebut ditemukan (link, referensi dsb).
2. (a.) usulkan teknik isolasi dan pemurnian kedua senyawa yang berisomer tersebut. (b.) Jelaskan alasan dan pemilihan pelarut untuk ekstraksi/pemurnian/isolasi tersebut.
3. usulkan tahap2 biosintesis kedua senyawa tersebut dengan reaksi2 kimia organik. Jelaskan dasar referensinya (sumber,link)
4. tentukan bagaimana cara mengelusidasi struktur lengkap dari kedua senyawa tersebut. 

JAWABAN
1. 
dua senyawa alkaloid yang berisomer : isokuinolin dan kuinolin
isokuinolin :


Isokuinolin Mempunyai 2 cincin karbon mengandung 1 atom nitrogen. Banyak ditemukan pada famili Fabaceae termasuk Lupines (Lupinus spp),
Spartium junceum
, Cytisus scoparius
dan Sophora secondiflora.
struktur isokuinolin 
 

kuinolin :

Mempunyai 2 cincin karbon dengan 1 atom nitrogen. Yang termasuk disini adalah ;
Cinchona ledgeriana
dari famili Rubiaceae, alkaloid quinin yang toxic terhadap
Plasmodium vivax

struktur kuinolin











2.(a)  





Isolasi Alkaloid Isokuinolin
Bahan tanaman, terutama biji dan daun, sering banyak mengandung lemak, lilin yang sangat non polar. Karena senyawa-senyawa tersebut dipisahkan dari bahan tanaman sebagai langkah awal dengan cara pelarutan dengan petroleum eter (Harjono, 1996).
Kebanyakan alkaloid tidak larut dalam petroleum eter. Namun ekstrak harus selalu dicek untuk mengetahui adanya alkaloid dengan menggunakan salah satu pereaksi pengendap alkaloid. Bila sejumlah alkaloid larut dalam petroleum eter, maka bahan tanaman pada awal ditambah dengan asam berair untuk mengikat alkaloid sebagai garamnya. Prosedur ini telah digunakan untuk mengekstrak ergotamine dari cendawan ergot Claviceps purpurea.
Setelah lemak dipisahkan, beberapa pilihan prosedur tersedia. Bahan tanaman dapat diekstrak dengan air, dengan etanol atau methanol, dengan alcohol berair, atau dengan larutan alcohol berair yang diasamkan. Kebanyakan alkaloid yang terdapat dalam tanaman sebagai garam organic dan garam-garam tersebut lazim larut dalam etanol 95%.
Pigmen gula dan konstituen sekunder organic lain hamper terpisah sempurna dalam alcohol, tetapi banyak garam organic dan anorganic yang lebih kompleks hanya terpisah sebagian.
Larutan alcohol kemudian diuapkan hingga diperoleh sirup kental dan residu dipartisi antara larutan asam berair dan pelat\rut organic. Pada keadaan ini sering terjadi emulsi atau endapan. Larutan basa berair diekstrak dengan pelarut organic yang cocok biasanya kloroform atau etil asetat. Larutan yang mengandung alkaloid dikeringkan dengan Na2SO4 , disaring dan diuapkan dalam vakum untuk mendapatkan sisa alkaloid kotor. Larutan basa berair kemungkinan mengandung alkaloid kuartener dan biasanya ditest dengan pereaksi pengendapan alkaloid. Alkaloid dapat dipisahkan dari komponen yang larut dalam air dengan pengendapan sebagai garam Reineckate, berikut disaring dan endapan kompleks direaksikan dengan aseton-air (Harjono, 1996).
Identifikasi Alkaloid Isokuinolin

Berdasarkan gugus fungional yang dimiliki oleh alkaloid isokuinolin maka dilakukan reaksi warna, yaitu:
a.       Marquis    
2 tetes formalin + H2SO4 (p)
dapat diamati perubahan warna spesifik zat
b.      Frohde      
Larutan  NH4 molibdat (0,5 % dalam air) + H2SO4 (p) → (+)
dapat diamati perubahan warna yang spesifik pada tiap zat
c.       King, reaksi untuk identifikasi gugus kromofor
Larutan uji + pereaksi Diazo (A:B = 1:4) + NaOH → merah intensif
terjadi perubahan warna menjadi merah, yang makin intensif setelah penambahan NaOH
d.      Sanchez, reaksi untuk identifikasi gugus kromofor
Larutan uji + p–nitrodiazobenzol (p–nitroanilin + NaNO2 + NaOH)
terjadi perubahan warna bila ditambahkan H2SO4 (dil)
e.       Pesez        
Zat + H2SO4 + larutan KBr →(panaskan di atas penangas air) hijau, ditarik oleh CHCl3→biru hijau
dapat diamati perubahan warna menjadi hijau yang akan tertarik oleh CHCl3 menjadi biru hijau
f.       Reaksi Gabretti
Zat + H2SO4 (p) panaskan hingga muncul warna rosa lemah, kemudian tambahkan kloralhidrat hingga muncul warna yang spesifik pada tiap zat
g.      Reaksi Deniges, reaksi untuk identifikasi gula tertutup
Larutan zat + air + NH4OH berlebih + 1 tetes CuSO4 (dil)
h.      Reaksi Labat, reaksi untuk identifikasi gugus formylen
Zat + asam gallat +H2SO4 (p) di atas penangas air
i.        Reaksi Lewin
Zat + 0,1 % trifomixin / formalidoxin

isolasi kuinolin




 

 


2.(b)

Dalam isolasi alkaloid awalnya dibutuhkan kondisi asam karena dengan penambahan asam organik maka ekstrak akan menghasilkan garam atau penambahan asam berguna untuk mengikat alkaloid dengan garamnya.  

3.
Biosintesis isokuinolin


4.