A1C111O22
SOAL
1. Temukan dua senyawa alkaloid yang
berisomer satu sama lain. Tuliskan struktur lengkap dan sumber darimana kedua
senyawa tersebut ditemukan (link, referensi dsb).
2. (a.) usulkan teknik isolasi dan pemurnian
kedua senyawa yang berisomer tersebut. (b.) Jelaskan alasan dan pemilihan
pelarut untuk ekstraksi/pemurnian/isolasi tersebut.
3. usulkan tahap2 biosintesis kedua
senyawa tersebut dengan reaksi2 kimia organik. Jelaskan dasar referensinya
(sumber,link)
4. tentukan bagaimana cara
mengelusidasi struktur lengkap dari kedua senyawa tersebut.
JAWABAN
1.
dua senyawa alkaloid yang berisomer : isokuinolin dan kuinolin
isokuinolin :
struktur isokuinolin

kuinolin :
2.(a)
JAWABAN
1.
dua senyawa alkaloid yang berisomer : isokuinolin dan kuinolin
isokuinolin :
Isokuinolin Mempunyai
2 cincin karbon mengandung 1 atom nitrogen. Banyak ditemukan pada famili
Fabaceae termasuk Lupines (Lupinus spp),
Spartium junceum
, Cytisus scoparius
dan Sophora secondiflora.struktur isokuinolin
kuinolin :
Mempunyai 2 cincin karbon dengan 1
atom nitrogen. Yang termasuk disini adalah ;
Cinchona ledgeriana
dari famili Rubiaceae, alkaloid
quinin yang toxic terhadap
Plasmodium vivax
struktur kuinolin
2.(a)
Isolasi Alkaloid Isokuinolin
Bahan tanaman, terutama biji dan daun, sering banyak
mengandung lemak, lilin yang sangat non polar. Karena senyawa-senyawa tersebut
dipisahkan dari bahan tanaman sebagai langkah awal dengan cara pelarutan dengan
petroleum eter (Harjono, 1996).
Kebanyakan alkaloid tidak larut dalam petroleum eter. Namun
ekstrak harus selalu dicek untuk mengetahui adanya alkaloid dengan menggunakan
salah satu pereaksi pengendap alkaloid. Bila sejumlah alkaloid larut dalam
petroleum eter, maka bahan tanaman pada awal ditambah dengan asam berair untuk
mengikat alkaloid sebagai garamnya. Prosedur ini telah digunakan untuk
mengekstrak ergotamine dari cendawan ergot Claviceps purpurea.
Setelah lemak dipisahkan, beberapa pilihan prosedur
tersedia. Bahan tanaman dapat diekstrak dengan air, dengan etanol atau
methanol, dengan alcohol berair, atau dengan larutan alcohol berair yang
diasamkan. Kebanyakan alkaloid yang terdapat dalam tanaman sebagai garam
organic dan garam-garam tersebut lazim larut dalam etanol 95%.
Pigmen gula dan konstituen sekunder organic lain hamper
terpisah sempurna dalam alcohol, tetapi banyak garam organic dan anorganic yang
lebih kompleks hanya terpisah sebagian.
Larutan alcohol kemudian diuapkan hingga diperoleh sirup
kental dan residu dipartisi antara larutan asam berair dan pelat\rut organic.
Pada keadaan ini sering terjadi emulsi atau endapan. Larutan basa berair
diekstrak dengan pelarut organic yang cocok biasanya kloroform atau etil
asetat. Larutan yang mengandung alkaloid dikeringkan dengan Na2SO4
, disaring dan diuapkan dalam vakum untuk mendapatkan sisa alkaloid
kotor. Larutan basa berair kemungkinan mengandung alkaloid kuartener dan
biasanya ditest dengan pereaksi pengendapan alkaloid. Alkaloid dapat dipisahkan
dari komponen yang larut dalam air dengan pengendapan sebagai garam Reineckate,
berikut disaring dan endapan kompleks direaksikan dengan aseton-air (Harjono,
1996).
Identifikasi Alkaloid Isokuinolin
Berdasarkan gugus fungional yang dimiliki oleh alkaloid
isokuinolin maka dilakukan reaksi warna, yaitu:
a.
Marquis
2
tetes formalin + H2SO4 (p)
dapat
diamati perubahan warna spesifik zat
b. Frohde
Larutan
NH4 molibdat (0,5 % dalam air) + H2SO4 (p)
→ (+)
dapat
diamati perubahan warna yang spesifik pada tiap zat
c.
King, reaksi untuk identifikasi
gugus kromofor
Larutan uji + pereaksi Diazo (A:B = 1:4) + NaOH → merah
intensif
terjadi perubahan warna menjadi merah, yang makin intensif
setelah penambahan NaOH
d. Sanchez, reaksi untuk identifikasi gugus kromofor
Larutan
uji + p–nitrodiazobenzol (p–nitroanilin + NaNO2 + NaOH)
terjadi
perubahan warna bila ditambahkan H2SO4 (dil)
e.
Pesez
Zat
+ H2SO4 + larutan KBr →(panaskan di atas penangas air)
hijau, ditarik oleh CHCl3→biru hijau
dapat
diamati perubahan warna menjadi hijau yang akan tertarik oleh CHCl3 menjadi
biru hijau
f.
Reaksi Gabretti
Zat
+ H2SO4 (p) panaskan hingga muncul warna rosa
lemah, kemudian tambahkan kloralhidrat hingga muncul warna yang spesifik pada
tiap zat
g. Reaksi Deniges, reaksi untuk identifikasi gula tertutup
Larutan
zat + air + NH4OH berlebih + 1 tetes CuSO4 (dil)
h. Reaksi Labat, reaksi untuk identifikasi gugus formylen
Zat
+ asam gallat +H2SO4 (p) di atas penangas air
i.
Reaksi Lewin
Zat
+ 0,1 % trifomixin / formalidoxin
isolasi kuinolin
2.(b)
Dalam
isolasi alkaloid awalnya dibutuhkan kondisi asam karena dengan penambahan asam
organik maka ekstrak akan menghasilkan garam atau penambahan asam berguna untuk
mengikat alkaloid dengan garamnya.
3.
Biosintesis isokuinolin
4.
